Jumat, 28 Agustus 2015

MAKALAH MATEMATIKA EKONOMI MASALAH FUNGSI


MAKALAH MATEMATIKA EKONOMI MASALAH FUNGSI


PENULIS
ANDI ARTAWAN TOMMO

KATA PENGANTAR
            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah yang berjudul “Manfaat matematika Ekonomi masalah fungsi”

            Makalah ini berisikan tentang manfaat manfaat Matematika Ekonomi mengenai  masalah Fungsi , makalah ini penulis buat untuk memenuhi tugas Matematika Ekonomi ,Selesainya makalah ini tidak lepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak yang mendukung penuh pembuatan makalah ini sehingga bisa terselesaikan dengan baik.

            Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah yang kami buat ini.

            Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

                                                                                      
DAFTAR ISI
Kata Pengantar  ....................................................................... 1
Daftar Isi  .................................................................................2
Bab 1. Pendahuluan
1.1.      Latar Belakang .................................................... 3
1.2.      Rumusan Masalah  .............................................. 3
1.3.      Tujuan Penulisan ................................................. 3
  Bab 2. Pembahasan
              2.1. Landasan Teori .................................................... 4
             2.2.  Metode Penelitian ................................................ 4
  Bab 3. Analisa dan Pembahasan  ............................................ 4  
  Bab 4. Kesimpulan  ................................................................. 11
  Daftar Pustaka ......................................................................... 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pemahaman akan konsep fungsi sangat penting dalam mempelajari disiplin ilmu ekonomi, mengingat telaah-telaah ekonomi banyak bekerja dengan fungsi. Baik fungsi yang berbentuk persamaan maupun yang berbentuk pertidaksamaan. Yang dimaksud dengan fungsi berbentuk persamaan disini ialah fungsi yang ruas kiri dan ruas kanannya dihubungkan dengan tanda kesamaan (=), sedangkan fungsi berbentuk pertidaksamaan ialah fungsi yang ruas kiri dan ruas kanannya dihubungkan dengan tanda ketidaksamaan ( atau ).
1.2  Rumusan Masalah
a.       Apa definisi dari Matematika Ekonomi ?
b.      Apa definisi Fungsi ?
c.       Bagaimana Manfaat Matematika Ekonomi masalah Fungsi ?
1.2  Tujuan Penulisan
a.       Mengerti dan memahami definisi dari Matematika Ekonomi.
b.      Mengerti dan memahami definisi dari fungsi
c.       Mengerti dan memahami apa saja manfaat Matematika Ekonomi Masalah fungsi.
d.      Untuk memenuhi tugas Matematika Ekonomi
BAB II
PEMBAHASAN
2.1    Landasan Teori
            Teori yang kami ambil berdasarkan materi-materi yang telah kami baca , sebagian teori ini kami ambil dari beberapa situs yang ada di internet , tetapi kami tidak hanya terpaku oleh internet ada juga teori yang kami ambil dari beberapa buku-buku matematika ekonomi. Sehingga pembahasan yang ada di makalah kami, bisa digunakan sebagai sumber referensi.
2.2.    Metode Penelitian
 Makalah ini dibuat dengan metode pengumpulan data dari referensi studi kepustakaan yang bersumber dari web, blog, buku-buku dan media massa yang lain yang ada pada internet.
           
BAB III
ANALISA DAN PEMBAHASAN
1.             Definisi Matematika Ekonomi
                Matematika ekonomi adalah aplikasi matematika metode untuk mewakili teori ekonomi dan menganalisis masalah-masalah yang diajukan dalam ekonomi. Hal ini memungkinkan formulasi dan derivasi dari hubungan kunci teori dalam kejelasan, umum, ketelitian, dan kesederhana’an. Dengan konvensi, metode merujuk pada orang diluar geometri sederhana, seperti diferensial dan integral kalkus, perbeda’an dan persama’an diferensial, aljabar matriks, dan pemprograman matematis dan lain metode komputasi.
            Matematika memungkikan ekonom untuk membentuk bermakna, proposisi dapat diuji tentang subyek yang luas dan kompleks banyak yang tidak dapat secara memadai diungkapkan secara informal. Selanjutnya bahasa matematika memungkinan ekonom untuk membuat jelas, spesifik, posotif klaim tentang subyek kontroversial atau perdebatan yang akan mustahil tanpa metematika. Sebagian besar teori ekonomi saat ini disajikan dalam hal matematika model ekonomi. Satu set bergaya dan disederhanakan hubungan matematika yang mengklarifikasi asumsi-asumsi dan implikasi.
2.             Definisi Fungsi
            Fungsi adalah pemasangan anggota dari suatu himpunan ke himpunan yang lain. Fungsi merupakan relasi khusus, relasi dari himpunan A ke himpunan B dapat dikatakan fungsi jika setiap anggota pada himpunan A dipasangkan dengan tepat satu anggota himpunan B. Himpunan A disebut daerah asal atau domain dan himpunan B disebut daerah kawan atau kodomain, sedangkan himpunan semua anggota himpunan di B yang menjadi peta dari anggota himpunan A disebut range.
Macam-macam Fungsi :
            Fungsi Aljabar : semua fungsi yang menggunakan operasi perhitungan secara aljabar disebut fungsi aljabar, misalnya fungsi kuadrat, fungsi pecahan, fungsi linier dan sebagainya.
            Fungsi Eksponen : fungsi eksponen adalah fungsi perpangkatan dengan variabel bebas sebagai pangkatnya. misalnya f(x) = 2x
            Fungsi Eksplisit : fungsi eksplisit adalah fungsi yang dapat dibedakan dengan jelas antara variabel bebas dan variabel tidak bebas. contohnya y = 2x - 5 , dalam fungsi ini x sebagai variabel bebas dan y sebagai variabel tidak terbatas, nilai y ditentukan oleh besarnya nilai x, sehingga dapat terlihat dengan jelas perbedaan kedua variabel tersebut.
            Fungsi Implisit : fungsi implisit merupakan lawan dari fungsi eksplisit jadi pada fungsi implisist perbedaan antara variaabel bebas dan variable tidak bebas tidak dapat dibedakan dengan jelas. contohnya f(x,y) = 3x + 4y.
            Fungsi Ganjil : suatu fungsi dikatakan ganjil jika dan hanya jika f(-x) = - f(x).
            Fungsi Genap : suatu fungsi dikatakan genap jika dan hanya jika f(-x) = f(x). fungsi genap merupakan lawan dari fungsi ganjil.
            Fungsi Goniometri : fungsi goniometri juga disebut fungsi trigonometri yaitu fungsi yang memetakan besar sudut dengan bilangan aljabar atau sebaliknya. contohnya y = sin x.
            Fungsi Identitas : fungsi identitas dilambangkan dengan notasi "I", yaitu fungsi yang memetakan setiap anggota domain dengan dirinya sendiri.
            Fungsi Into : fungsi into juga disebut fungsi kedalam atau fungsi injektif atau fungsi satu-satu yaitu fungsi yang  memetakan setiap anggota domain dengan tepat sati kawan yang berbeda pada kodomain.
            Fungsi Onto : fungsi onto juga disebut fungsi surjektif atau fungsi kepada yaitu suatu fungsi yang setiap anggota daerah hasil merupakan peta dari daerah asal.
            Fungsi Bijektif : fungsi bijektif disebut juga fungsi satu-satu kepada yaitu gabungan dari fungsi satu-satu dan fungsi kepada yaitu fungsi yang memetakan setiap anggota domain dengan tepat satu kawan pada kodomain dan setiap anggota kodomain adalah peta dari domain.
3.                  Manfaat Matematika Ekonomi masalah Fungsi
            Banyak sekali manfaat-manfaat yang terdapat dalam semua pelajaran yang kita pelajari , tak terkecuali dengan Matematika Ekonomi, Banyak sekali Manfaat yang ada dalam Pelajaran Matematika  Ekonomi, disini kami akan menjabarkan salah satu manfaat dari ilmu Matematika Ekonomi yaitu tentang fungsi.
            Seperti yang sudah kami jelaskan diatas banyak macam-macam fungsi, disini kami penulis akan menjabarkan manfaat dari salah satru fungsi diatas, yaitu fungsi aljabar.
Manfaat Fungsi Al-Jabar
            Mungkin para guru sudah stress jika ada murid yang menanyakan "Apa sih fungsi Aljabar dalam kehidupan kita sehari-hari?". Mereka tidak tahu betapa pentingnya aljabar itu. Padahal Aljabar adalah dasar dari segala ilmu matematika. Mungkin di SD kelas 1 atau 2 kita akan diberi soal begini, 1 + Berapa? = 2, bukankah itu sama saja dengan 1 + x = 2, berapa nilai x? Setelah kita hitung maka akan ketemu jawabannya, yaitu 2. Nah, mnegenai manfaatnya, kita akan ulas dibawah:
    Manfaat Aljabar bagi siswa-siswi (versi 1).
Tentu saja, manfaat Aljabar bagi para pelajar adalah supaya nilai ulangan matematika kita tidak njeblok saat diberi soal Aljabar. Dan untuk tambahan nilai untuk nilai kelulusan nanti.
    Manfaat bagi Ibu Rumah Tangga.
Manfaat Aljabar bagi Ibu Rumah Tangga adalah untuk memanajemen uang gaji, uang saku anak, uang sekolah anak, dll. Contoh memanajemen uang bla bla bla bagi Ibu Rumah Tangga:
Seorang Ibu setiap bulan mendapat gaji sebesar Rp 1.500.000,00. Ia diberi uang tambahan dari suaminya sebesar Rp 500.000,00 per bulan. Dibutuhkan Rp 200.000,00 untuk uang belanja per bulan. Uang sekolah total dari ke-2 anaknya sebesar Rp 1.000.000,00. Sang Ibu bingung, berapa uang saku perorangan yang harus ia berikan untuk kedua anaknya per minggu tetapi uang per bulannya masih tersisa Rp 200.000,00 untuk ditabung. Jika Ibu itu pintar Aljabar, maka Ibu itu dapat menentukan uang saku tersebut secara tepat, kalau tidak????
Cara mengerjakan menggunakan Aljabar:
Kita anggap uang saku setiap anak per minggu sebagai x
(1.500.000 + 500.000) - 200.000 = 1.000.000 + 200.000 + (4 X 2x)
2.000.000 - 200.000                     = 1.200.000 + (8x)
1.800.000                                      = 1.200.000 + 8x
1.800.000 - 1.200.000                  = 8x
600.000                                         = 8x
x                                                    = 600.000/8
x                                                    = 75.000
{Mengapa (4 X 2x) karena 1 bulan = 4 minggu dan 2x itu adalah uang saku 2 orang anak}.
Jadi, uang saku setiap anak dalam waktu seminggu adalah Rp 75.000,00. Dengan matematika dan sistem aljabar, mudah kan???
    Bagi para pedagang.
Aljabar dapat membantu pedagang untuk menghitung besar kecil keuntungan atau kerugian yang dapat diperolehnya, dan dapat menentukan besar modal yang harus dipakainya. Contoh penerapan Aljabar dalam kehidupan pedagang:
Seorang pedagang bakso membeli 10 kg daging sapi dengan harga Rp 20.000,00. Dengan 10 kg daging sapi tersebut dapat dibuat menjadi 20 mangkuk bakso. Pedagang itu ingin laba per mangkuk dari bakso tersebut sebesar Rp 2.000,00. Lalu berapa harga jualnya??! Kalau pedagang itu pintar matematika, pasti akan mudah mengetahuinya, tapi kalau nggak???
Cara mengerjakan menggunakan sistem aljabar:
Kita anggap harga jual bakso itu sebagai x.
Maka,
x = (20.000/20) + 2.000
x = 1.000 + 2.000
x = 3.000
Jadi, harga jual yang bisa diterapkan agar laba satu mangkuk bakso 2.000 rupiah adalah sebesar Rp 3.000,00. Dengan matematika dan sistem Aljabar, mudah kan???
    Untuk siswa-siswi (versi 2: khususnya siswa-siswi SMP 1 Kudus).
Manfaat Aljabar adalah untuk memanajemen uang saku yang diberikan orang tua kita per minggu. Contoh penerapan aljabar dalam kehidupan siswa-siswi SMP 1 Kudus:
Semisal uang saku kita sebesar Rp 50.000,00 setiap minggu. Karena setiap hari Selasa dan Jum'at kita ada les pada pukul 14.20 WIB sedangkan setelah pulang sekolah kita tidak pulang dulu (terusan sampa les) maka kita membutuhkan uang makan + uang jajan sebesar Rp 9.000,00. Nah, kita kebingungan menentukan uang saku setiap hari selain Selasa dan Jum'at selama dua minggu jika dalam dua minggu itu kita ingin menabung uang sebesar Rp 50.000,00. Dengan bantuan aljabar kita dapat menentukan uang saku kita per hari.
Cara mengerjakan menggunakan Aljabar:
Kita anggap uang saku kita per hari (selain Selasa dan Jum'at karena sudah ada jatahnya, yaitu 9.000,00) dengan x. Maka,
100.000 = (uang saku 2 minggu)
50.000   = (uang tabungan selama 2 minggu)
100.000 - 50.000 = (4 X 9.000)  + 2(6x -2x)
50.000                  = 36.000 + 2(4x)
50.000                  = 36.000 + 8x
50.000 - 36.000   = 8x
14.000                  = 8x
x                           = 14.000/8
x                           = 1.750
{Mengapa (4 X 9.000)? 4 berasal dari Hari Selasa dan Jum'at dalam dua Minggu. Berarti kan ada 4 hari.}
{Mengapa 2(6x - 2x)? 2 berasal dari 2 minggu sedangkan 6x - 2x berasal dari 6 hari dalam satu Minggu kecuali Minggu karena libur, dikurangi 2 hari (selasa dan Jum'at karena telah dijatah)}\
Jadi, uang saku per hari yang kita gunakan selain Selasa dan Jum'at (sekali lagi karena telah dijatah) dan selain Minggu (karena libur) maksimal sebesar Rp 1.750,00. Tidak boleh lebih tetapi boleh kurang (hehe, sebagai tambahan tabungan). Boleh lebih tetapi harus konsekuen, yaitu mengurangi jatah sangu di hari berikutnya. Pokoknya manage sendiri, yach! ( ^^')
BAB IV
KESIMPULAN
Ø  Matematika ekonomi adalah aplikasi matematika metode untuk mewakili teori ekonomi dan menganalisis masalah-masalah yang diajukan dalam ekonomi.
Ø  Fungsi adalah pemasangan anggota dari suatu himpunan ke himpunan yang lain. Fungsi merupakan relasi khusus, relasi dari himpunan A ke himpunan B dapat dikatakan fungsi jika setiap anggota pada himpunan A dipasangkan dengan tepat satu anggota himpunan B.
Ø  Cabaang-cabang ilmu Matematika Ekonomi memiliki banyak manfaat yang terkandung didalamnya, termasuk fungsi memiliki banyak manfaat yang bisa kita dapatkan atau kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA (LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA)

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA (LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA)

POSTING : Andi Artawan Tommo
DAFTAR ISI

Halaman Judul ……………………………………………………………………………….. i
Daftar Isi…………………………………………………………………………………………  ii
PEMBAHASAN
  1. Latar Belakang ………………………………………………………………………..
  2. Landasan Pendidikan Pancasila………………………………………………….
  3. Landasan Historis…………………………………………………………………..
  4. Landasan Kultural………………………………………………………………….
  5. Landasan Yuridis…………………………………………………………………..
  6. Landasan Filosofis…………………………………………………………………
  7. Tujuan Pendidikan Pancasila………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………  iii
PEMBAHASAN
 A. Latar Belakang
Pendidikan  adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Pancasila adalah dasar Negara Republik Indonesia yang diresmikan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Dalam sejarah eksistensi Pancasila sebagai dasar filsafat Negara Republik Indonesia mengalami berbagai macam interpretasi dan manipulasi politik sesuai dengan kepentingan penguasa demi kokoh dan tegaknya kekuasaan yang berlindung dibalik legitimasi ideologi Negara Pancasila. Pendidikan pancasila yang mengajarkan masyarakat tentang pancasila sangat lah besar manfaatnya karena pancasila memilikibeberapa tujuan
Adapun tujuan dari pengertian pendidikan pendidikan pancasila itu sendiri menurut Kep. Dirjen Dikti No. 267/Dikti/2000, adalah mencakup :
A. Tujuan Umum
Untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan dasar kepada mahasiswa mengenai hubungan antara warga negara dengan negara serta PPBN agar menjadi warga negara yang diandalkan oleh bangsa dan negara.
  1. Tujuan Khusus
  2. Agar siswa dapat memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban secara santun, jujur, dan demokratis serta ikhlas sebagawai WNI terdidik dan bertanggungjawab.
    2. Agar siswa menguasai dan memahami berbagai masalah dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta dapat mengatasinya dengan pemikiran kritis dan bertanggung jawab yang berlandaskan Pancasila, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional
    3. Agar siswa memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai kejuangan, cinta tanah air, serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa.
Pendidikan diselenggarakan berdasarkan filsafat hidup serta berlandaskan sosiokultural setiap masyarakat, termasuk di Indonesia. Kajian ketiga landasan itu (filsafat, sosiologis dan kultural) akan membekali setiap tenaga kependidikan dengan wawasan dan pengetahuan yang tepat tentang bidang tugasnya
B. Landasan Pendidikan Pancasila
  1. Landasan Historis
Suatu bangsa memiliki ideologi dan pandangan hidup sendiri yang diambil dari nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam bangsa itu sendiri. Bangsa Indonesia harus memiliki visi serta pandangan hidup yang kuat agar tidak terombang-ambing di tengah-tengah masyarakat internasional. Bangsa Indonesia harus memiliki nasionalisme serta rasa kebangsaan yang kuat. Hal ini dapat terlaksana bukan melalui suatu kekuasaan atau hegemoni ideologi melainkan suatu kesadaran berbangsa yang berakar pada sejarah bangsa.  Oleh karena itu secara historis bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila sebelum dirumuskan dan disahkan menjadi dasar Negara Indonesia secara obyektif historis telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri. Oleh karena itu  nilai-nilai Pancasila tersebut tidak lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri. Oleh karena itu berdasarkan fakta obyektif secara historic kehidupan bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai Pancasila. Setelah itu melalui proses sejarah yang cukup panjang, nilai-nilai Pancasila itu telah melalui pematangan, sehingga tokoh-tokoh bangsa Indonesia saat akan mendirikan Negara Republik Indonesia menjadikan Pancasila sebagai dasar Negara. Dalam perjalanan ketatanegaraan Indonesia telah terjadi perubahan dan pergantian Undang-Undang Dasar, seperti UUD’45 digantikan kedudukannya oleh Konstitusi RIS, kemudian berubah menjadi UUD Sementara tahun 1950 dan kembali lagi menjadi UUD 1945. Dalam pembukaan ketiga Undang-Undang Dasar itu tetap tercantum nilai-nilai Pancasila. Hal ini menunjukkan bahwa Pancasila telah disepakati sebagai nilai yang dianggap paling tinggi keberadaannya. Oleh sebab itu secara historis kehidupan bangsa Indonesia tidak dapat dilepaskan dengan nilai-nilai Pancasila.
2. Landasan Kultural
Setiap bangsa di dunia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara senantiasa memiliki suatu pandangan hidup, filsafat hidup serta pegangan hidup agar tidak terombang-ambing dalam kancah pergaulan masyarakat internasional. Pandangan hidup bagi suatu bangsa adalah bangsa yang tidak memiliki kepribadian dan jati diri, sehingga bangsa itu mudah terombang-ambing dari pergaulan, dari pengaruh yang berkembang di luar.
Kemudian Pancasila sebagai kepribadian dan jati diri bangsa Indonesia merupakan pencerminan nilai-nilai yang telah lama tumbuh dalam kehidupan bangsa Indonesia. Sebagai hasil pemikiran dari tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang digali dari budaya bangsa sendiri, Pancasila tidak mengandung nilai-nilai yang kaku dan tertutup. Pancasila mengandung nilai-nilai yang terbuka bagi masuknya nilai-nilai baru yang positif. Dengan demikian generasi penerus bangsa dapat memperkaya nilai-nilai pancasila dengan perkembangan zaman. Sehingga dari pemikiran tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Pancasila memiliki landasan cultural yang kuat bagi bangsa Indonesia.
3. Landasan Yuridis
Landasan yuridis perkuliahan Pendidikan Pancasila di pendidikan tinggi tertuang dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 39 telah menetapkan bahwa isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan, wajib memuat Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan.
Demikian juga berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional RI No.232/U/2000, tentang Pedoman Penyusun Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, pasal 10 ayat (1) dijelaskan bahwa kelompok Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi, yang terdiri atas Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Sebagai realisasi dari SK tersebut Direktoral Jendral Pendidikan Tinggi, mengeluarkan Surat Keputusan No.38/DIKTI/Kep?2002, tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. Pada pasal 3 dijelaskan bahwa kompetensi kelompok mata kuliah MPK bertujuan menguasai kemampuan berfikir, bersikap rasional dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual. Adapun rambu-rambu mata kuliah MPK Pancasila tersebut adalah terdiri atas selain segi historis, filosofis, ketatanegaraan, kehidupan berbangsa dan bernegara juga dikembangkan etika politik. Pengembangan rambu-rambu kurikulum tersebur diharapkan agar mahasiswa mampu mengambil sikap sesuai dengan hati nuraninya, mengenali masalah hidup terutama kehidupan rakyat, mengenali perubahan serta mampu memaknai peristiwa sejarah, nilai-nilai budaya demi persatuan bangsa.
  1. Landasan Filosofis
Pancasila sebagai dasar filsafat negara dan filosofis bangsa Indonesia merupakan suatu keharusan moral secara konsisten merealisasikannya dalam setiap aspek kehidupan dengan mendasarkan pada nilai-nilai dalam sila-sila pancasila. Secara filosofis, bangsa Indonesia sebelum mendirikan negara sebagai bangsa yang berketuhanan dan berperikemanusiaan secara objektif, manusia Indonesia adalah berketuhanan, berperikemanusiaan yang adil dan beradab serta berusaha mempertahankan persatuan untuk mewujudkan keadilan.
Nilai-nilai pancasila merupakan dasar filsafat negara, maka konsekuensinya, setiap aspek penyelenggaraan negara harus bersumber pada nilai-nilai pancasila termasuk sistem peraturan perundang-undangan. Pancasila sebagai falsafah negara, menjadi nilai pembangunan nasional yang berkaitan dengan politik, ekonomi, hukum, sosial dan budaya serta memprtahankan keamanan.
 C. Tujuan Pendikan Pancasila
Rakyat Indonesia melalui Majelis Perwakilannya, menyatakan bahwa pendidikan nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa , mewujudkan manusia serta masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan YME, berkualitas, dan mandiri, sehingga mampu membangun dirinya dan masyarakat sekelilingnya serta dapat
memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Pendidikan Pancasila mengarahkan perhatian pada moral yang diharapkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu perilaku yang memancarkan iman dan takwa kepada Tuhan YME dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai golongan agama, perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradab, perilaku kebudayaan, dan beraneka ragam kepentingan bersama di atas kepentingan perorangan atau golongan. Dengan demikian, perbedaan pemikiran,
pendapat, dan kepentingan diatasi melalui keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tujuan nasional
Tujuan nasional sebagaimana dicantumkan dalamPembukaan UUD 1945 alinea keempat, menyatakan: “…melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, ..,memajukan kesejahteraan Umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…”. Tujuan nasional sebagaimana ditegaskan dalam pembukaan Pembukaan itu diwujudkan melalui
pelaksanaan penyelenggaran Negara yang berkedaulatan rakyat dan demokratis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Penyelenggaraan Negara dilaksanakan melalui pembangunan nasional dalam segala aspek kehidupan bangsa oleh penyelenggara Negara, yaitu lembaga tertinggi dan lembaga tinggi Negara bersama-sama segenap rakyat Indonesia di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia. Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berlandaskan kemampuan nasional dengan memanfaatkan kemajian ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan tantangna perkembangan global. Dalam pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa dan nilai-nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju dan kukuh kekuatan moral dan etikanya. Dengan demikian peranan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa Indonesia sangat penting dalam menentukan tercapainya tujuan nasional.

MAKALAH SOSIOLOGI DAN POLITIK

SOSIALISASI POLITIK DALAM MASYARAKAT BERKEMBANG

By Andi Artawan Tommo

KATA PENGANTAR
 
          Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan hidayah-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini. Dan tak lupa pula shalawat beriring salam kita hantarkan kepada Nabi Besar junjungan alam yaitu Baginda Rasulullah SAW. yang telah membawa kita dari alam jahiliyah ke alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan ini.
            Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas makalah ini. Khususnya kami ucapkan kepada bapak.Drs. Zulfan,M.Hum. selaku dosen mata kuliah sosiologi politik, yang telah memberi tugas makalah ini sehingga sangat memberi kami pelajaran akan hal-hal yang baru buat kami dalam penyusunan sebuah makalah. Juga kami ucapkan kepada orang tua dan teman-teman kami  yang senantiasa mendukung dan memotivasi kami, serta memberi masukan-masukan yang sangat berguna dalam penyelesaian tugas makalah ini.
Kami  menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Tentu tidak lain adalah diakibatkan keterbatasan ilmu yang kami miliki. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang berguna bagi penyempurnaan makalah ini untuk masa yang akan datang. Semoga makalah ini bermanfaat bagi penambahan ilmu pengetahuan kita semua.                                

DAFTAR ISI
Kata Pengantar..................................................................................................................      i
Daftar Isi...........................................................................................................................      ii
BAB I PENDAHULIAN.................................................................................................      1
1.1  Latar Belakang Masalah..............................................................................................      1
1.2  Rumusan Masalah.......................................................................................................      1
1.3  Tujuan Penulisan.........................................................................................................      1
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................      2
1.      Pengertian Sosialisasi..................................................................................................      2
1.1  Pengertian Sosialisasi Politik.................................................................................      2
1.2  Pengertian Sosialisasi Politik Menurut Para Ahli..................................................      3
1.3  Sosialisasi Politik Dalam Masyarakat Berkembang...............................................      3
2.      Proses Dan Metode Sosialisasi Politik .......................................................................      4
2.1  Proses Sosialisasi Beroperasi Pada Dua Tingkat...................................................      5
2.2  Proses Sosialisasi Politik Terbagi Dua...................................................................      5
2.3  Agen – Agen Sosialisasi Politik............................................................................      7
3.      Peran Dan Fungsi Sosialisasi Politik...........................................................................      8
BAB III PENUTUP.........................................................................................................      9
3.1  Kesimpulan............................................................................................................      9
3.2  Saran......................................................................................................................      9
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................      10






BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
     Kenyataannya bahwa sosialisasi politik dalam masyarakat itu penting adanya, karena dengan adanya sosialisasi politik maka, masyarakat akan dapat menerima apa itu politik dan ikut andil di dalamnya sehingga dengan demikian maka akan terciptanya perubahan social, modernisasi dan kemajuan dalam industrialisasi. Sehingga masyarakat yang berkembang tadinya akan dapat menjadi masyarakat yang maju. Jadi, cara yang baik untuk mensosialisasikan politik terhadap masyarakat berkembang yaitu dengan cara menkombinasikan antara hal-hal yang baru dengan hal yang telah lama masyarakat yakini, karena mustahil jika para politik ingin memusnahkan begitu saja sesuatu yang tradisional dalam masyarakat tersebut secara cepat tanpa adanya tahapan-tahapan yang jelas.
1.2  Rumusan Masalah
1.   Apa yang dimaksud dengan sosialisasi politik?
2.   Bagaimana proses dan metode terjadinya sosialisasi politik?
3.   Apa sajakah peran dan fungsi sosialisasi politik dalam masyarakat berkembang ?
1.3  Tujuan Penulisan
1.  Agar dapat mengetahui secara lebih mendalam lagi apa yang dimksud dengan sosialisasi    terutama, sosialisasi politik.
2.  Dapat mengetahui secara lebih baik bagaimana suatu proses sosialisasi politik itu dapat terjadi.
3.   Dan dapat mengetahui peran dan fungsi sosialisasi politik dalam masyarakat berkembang.
BAB II
PEMBAHASAN
1.      PENGERTIAN SOSIALISASI.
     Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat.  Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
1.1 PENGERTIAN SOSIALISASI POLITIK
     Sosialisasi politik adalah cara-cara belajar seseorang terhadap pola-pola sosial yang berkaitan dengan posisi-posisi kemasyarakatan seperti yang diketengahkan melalui bermacam-macam badan masyarakat. Menurut Almond dan Powell, sosialisasi politik sebagai proses dengan mana sikap-sikap dan nilai-nilai politik ditanamkan kepada anak-anak sampai mereka dewasa dan orang-orang dewasa direkrut kedalam peranan-peranan tertentu.
    Greenstein dalam karyanya “International Encyolopedia of The Social Sciences” mendefinisikan sosialisasi politik dalam 2 kategori yaitu:
a.      Definisi sempit.
sosialisasi politik adalah penanaman informasi politik yang disengaja, nilai-nilai dan praktek-praktek yang oleh badan-badan instruksional secara formal ditugaskan untuk tanggung jawab ini.
b.      Definisi luas.
sosialisasi politik merupakan semua usaha mempelajari politik baik formal maupun informal, disengaja ataupun terencana pada setiap tahap siklus kehidupan dan termasuk didalamnya tidak hanya secara eksplisit masalah belajar politik tetapi juga secara nominal belajar bersikap non politik mengenai karakteristik-karakteristik kepribadian yang bersangkutan.
Easton dan Denuis, sosialisasi politik yaitu suatu proses perkembangan seseorang untuk mendapatkan orientasi-orientasi politik dan pola-pola tingkah lakunya.
1.2    Pengertian Sosialisasi Politik Menurut Para Ahli :

a. David F. Aberle
Dalam bukunya berjudul Culture and Socialization, David F. Aberle mengemukakan bahwa sosialisasi politik adalah pola-pola mengenai aksi sosial atau aspek-aspek tingkah laku yang menanamkan pada individu-individu keterampilan-keterampilan, motif-motif, dan sikap-sikap yang perlu untuk menampilkan peranan-peranan baik sekarang maupun yang berkelanjutan sepanjang kehidupan manusia, sejauh peranan-peranan baru masih harus terus dipelajari.
b.S.N.Eisendtadt
Dalam From Generation to Generation, S.N. Eisendtadt mengemukakan bahwa sosialisasi politik adalah komunikasi yang dipelajari manusia dengan siapa individu-individu yang secara bertahap memasuki beberapa jenis relasi-telasi umum.
c.Denis Kavanagh
Denis Kavanagh mengemukakan bahwa sosialisasi politik adalah suatu proses di mana seseorang mempelajari dan menumbuhkan pandangannya tentang politik.
1.3    Sosialisasi Politik Dalam Masyarakat Berkembang
  Negara-negara berkembang pada umumnya adalah negara-negara bekas koloni atau jajahan negara-negara barat. Pada saat penjajahan berlangsung, negara-negara kolonial tersebut memperkenalkan lembaga-lembaga politik barat, birokrasi, kubudayaan, dan pendidikan. Persamaan dalam sosialisasi politik antara negara-negara berkembang dan negara-negara demokrasi modern adalah dalam hal identifikasi partai, penelitian terhadap sosialisasi politik di Jamaika menemukan identitas partai yang kuat dikalangan anak-anak sekolah, dimana anak-anak dari kalangan tertentu berkecenderungan pada partai-partai tertentu dan anak-anak lain berkecenderungan pada partai lainnya. Sedangkan pada sosialisasi orang dewasa didapatkan melalui “Rumah-rumah Rakyat” yang menekankan masalah modernisasi, sekularisme dan nasionalisme.
  Hubungan hal lama dengan yang baru jelas terlihat dimasyarakat berkembang. masa kemerdekaan bergelut dengan nilai-nilai tradisional sehingga pasca kemerdekaan menjadi campuran yang melekat kuat. Campuran yang kompleks dari hal-hal tradisional dan modern.
     Proses tradisional dari sosialisasi terus menerus membentuk orientasi dan pola-pola tingkah laku mayoritas rakyatnya sedangkan para pemimpin politik selalu berusaha menghancurkannya yang dianggap sebagai suatu rintangan bagi kemajuan  sehingga sosialisasi terpotong-potong karena Masyarakat yang transisi modern dan tradisional.
  LE VINE Mengemukakan 3 faktor penting dalam sosialisasi Masyarakat berkembang yaitu :
  1. pertumbuhan penduduk dinegara berkembang dapat melaui kapasitas mereka untuk “memodernisir” keluarga tradisional lewat industrialisasi dan pendidikan.
  2. sering terdapat perbedaan yang besar dalam pendidikan dan nilai-nilai tradisional antara jenis-jenis kelamin (gender), sehingga kaum perempuan lebih erat terikat pada yang disebut belakangan ini : namun, ibu memegang peran penting dalam sosialisas dini dari anak.
  3.  Pengaruh urbanisasi, yang selalu dianggap sebagai satu kekuatan perkasa untuk menumbangkan nilai-nilai tradisional, paling sedikitnya secara parsial juga terimbangi oleh peralihan dari nilai-nilai kedalam perkotaan, khususnya dengan pembentukan komunitas-komunitas kesukuan dan etnis di daerah ini.
2.      PROSES DAN METODE SOSIALISASI POLITIK
  Perkembangan sosialisasi politik diawali pada masa kanak-kanak atau remaja. Hasil riset David Easton dan Robert Hess mengemukakan bahwa di Amerika Serikat, belajar politik dimulai pada usia tiga tahun dan menjadi mantap pada usia tujuh tahun. Tahap lebih awal dari belajar politik mencakup perkembangan dari ikatan-ikatan lingkungan, seperti "keterikatan kepada sekolah-sekolah mereka", bahwa mereka berdiam di suatu daerah tertentu. Anak muda itu mempunyai kepercayaan pada keindahan negerinva, kebaikan serta kebersihan rakyatnya. Manifestasi ini diikuti oleh simbol-simbol otoritas umum, seperti agen polisi, presiden, dan bendera nasional. Pada usia sembilan dan sepuluh tahun timbul kesadaran akan konsep yang lebih abstrak, seperti pemberian suara, demokrasi, kebebasan sipil, dan peranan warga negara dalam sistem politik.
  Peranan keluarga dalam sosialisasi politik sangat penting. Menurut Easton dan Hess, anak-anak mempunyai gambaran yang sama mengenai ayahnya dan presiden selama bertahun-tahun di sekolah awal. Keduanya dianggap sebagai tokoh kekuasaan.
  Easton dan Dennis mengutarakan ada 4 (empat) tahap dalam proses sosialisasi politik dari anak,  yaitu sebagai berikut:
1. Pengenalan otoritas melalui individu tertentu, seperti orang tua anak, presiden dan polisi. 
2. Perkembangan pembedaan antara otoritas internal dan yang ekternal, yaitu antara pejabat        swasta dan pejabat pemerintah.  
3. Pengenalan mengenai institusi-institusi politik yang impersonal, seperti kongres
(parlemen), mahkamah agung, dan pemungutan suara (pemilu).
4. Perkembangan pembedaan antara institusi-institusi politik dan mereka yang terlibat dalam aktivitas yang diasosiasikan dengan institusi-institusi.

2.1  Proses sosialisasi beroperasi pada 2 tingkat:
a.       Tingkat Komunitas.
Sosialisasi dipahami sebagai proses pewarisan kebudayaan, yaitu suatu sarana bagi suatu generasi untuk mewariskan nilai-nilai, sikap-sikap dan keyakinan-keyakinan politik kepada generasi berikutnya.
b.Tingkat Individual.
Proses sosialisasi politik dapat dipahami sebagai proses warga suatu Negara membentuk pandangan-pandangan politik mereka. Dalam konsep Freud, individu dilihat sebagai objek sosialisasi yang pasif sedangkan Mead memandang individu sebagai aktor yang aktif, sehingga proses sosialisasi politik merupakan proses yang beraspek ganda. Di satu pihak, ia merupakan suatu proses tertutupnya pilihan-pilihan perilaku, artinya sejumlah kemungkinan terbuka yang sangat luas ketika seorang anak lahir menjadi semakin sempit sepanjang proses sosialisasi. Di lain pihak, proses sosialisasi bukan hanya merupakan proses penekanan.
2.2  Proses sosialisasi politik terbagi dua yaitu :
 A. Secara Tidak langsung :
1. Pengoperasian Interpersonal.
Mengasumsikan bahwa anak mengalami proses sosialisasi politik secara eksplisit dalam keadaan sudah memiliki sejumlah pengalaman dalam hubungna-hubungan dan pemuasan-pemuasan interpersonal.

2. Magang.
Metode belajar magang ini terjadi karena perilaku dan pengalaman-pengalaman yang diperoleh di dalam situasi-situasi non politik memberikan keahlian-keahlian dan nilai-nilai yang pada saatnya dipergunakan secara khusus di dalam konteks yang lebih bersifat politik.
3. Generalisasi.
Terjadi karena nilai-nilai social diperlakukan bagi objek-objek politik yang lebih spesifik dan dengan demikian membentuk sikap-sikap politik terentu.

B.  Sosialisasi secara langsung terjadi melalui:
1. Imitasi.
Merupakan mode sosiaisasi yang paling ekstensif dan banyak dialami anak sepanjang perjalanan hidup mereka. Imitasi dapat dilakukan secara sadar dan secara tidak sadar.
2. Sosialisasi Politik Antisipatoris.
Dilakukan untuk mengantisipasi peranan-peranan politik yang diinginkan atau akan diperankan oleh actor. Orang yang berharap suatu ketika menjalani pekerjaan-pekerjaan professional atau posisi social yang tinggi biasanya sejak dini sudah mulai mengoper nilai-nilai dan pola-pola perilaku yang berkaitan dengan peranan-peranan tersebut.
3. Pendidikan Politik.
Inisiatif mengoper orientasi-orientasi politik dilakukan oleh “socialiers” daripada oleh individu yang disosialisasi. Pendidikan politik dapat dilakukan di keluarga, sekolah, lembaga-lembaga politik atau pemerintah dan berbagai kelompok dan organisasi yang tidak terhitung jumlahnya. Pendidikan politik sangat penting bagi kelestarian suatu system politik. Di satu pihak, warga Negara memerukan informasi minimal tentang hak-hak dan kewajiban yang mereka mliki untuk dapat memasuki arena kehidupan politik. Di lain pihak, warga Negara juga harus memperoleh pengetahuan mengenai seberapa jauh hak-hak mereka telah dipenuhi oleh pemerintah dan jika hal ini terjadi, stabilitas politik pemerintahan dapat terpelihara.
4. Pengalaman Politik
Kebanyakan dari apa yang oleh seseorang diketahui dan diyakini sebagai politik pada kenyataannya berasal dari pengamatan-pengamatan dan pengalamn-pengalamannya didalam proses politik.

2.3  Agen-Agen Sosialisasi Politik.
Adapun sarana alat yang dapat dijadikan sebagai perantara/sarana dalam sosialisasi politik, antara lain :
1.      Keluarga.
2.      Sekolah.
3. Partai politik .
  Selain melalui keluarga, sekolah dan partai politik, sosialisasi politik juga dapat dilakukan melalui peristiwa sejarah yang telah berlangsung (pengalaman tokoh-tokoh politik yang telah tiada). Melalui seminar, dialog, debat dan sebagainya yang disiarkan ke masyarakat tokoh-tokoh politik juga secara tidak langsung melakukan sosialisasi politik.  
2.4   Metode Sosialisasi Politik.
Metode Sosialisasi dapat berupa pendidikan politik dan indoktrinasi politik.

a. Pendidikan Politik dilakukan melalui suatu proses dialog sehingga masyarakat memperoleh nilai, norma, dan simbol politik. Pada umunya, metode ini digunakan oleh negara-negara demokrasi.

b. Proses Indoktrinasi Politik ialah proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyrakat untuk menerima nilai-nilai, norma, dan simbol yang dianggap oleh pihak yang berkuasa ideal dan baik. Negara fasis dan negara komunis pada umumnya menggunakan cara-cara seperti ini.


3.  PERAN DAN FUNGSI SOSIALISASI POLITIK
   Sosialisasi politik berperan mengembangkan serta memperkuat sikap politik di kalangan warga masyarakat yang sadar politik, yaitu sadar akan hak dan kewajiban dalam kehidupan bersama. Peranan tersebut melibatkan keluarga, sekolah, dan lembaga-lembaga tertentu yang ada dalam masyarakat.
  Adapun fungsi sosialisasi politik antara lain untuk meningkatkan pengetahuan dan
pemahaman masyarakat tentang kehidupan politik, serta mendorong timbulnya partisipasi
secara maksimal dalam sistem politiknya. Hal itu sejalan dengan konsep demokrasi, yaitu
pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat yang berarti rakyat harus berpartisipasi dalam
kehidupan politik.
                 Dalam bukunya yang berjudul Pengantar Sosiologi Politik, Michael Rush dan Phillip
Althoff mengemukakan fungsi sosialisasi sebagai berikut:
a. Melatih individu
           Sosialisasi politik melatih individu dalam memasukkan nilai-nilai politik yang berlaku
di dalam sebuah sistem politik. Pembelajaran mengenai pemahaman sistem politik suatu
negara pun diajarkan di bangku sekolah. Hal ini dilakukan untuk menanamkan pemahaman
kepada semua warga negara sebagai subjek dan objek politik. Dalam proses pembelajaran
politik tersebut dimungkinkan individu untuk menerima atau melakukan suatu penolakan atas
tindakan pemerintah, mematuhi hukum, melibatkan diri dalam politik, ataupun memilih dalam pemilihan umum.
b. Memelihara sistem politik
           Sosialisasi politik juga berfungsi untuk memelihara sistem politik dan pemerintahan
yang resmi. Setiap warga negara harus mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan sistem
politik. Pemahaman tersebut dapat dimulai dari hal-hal yang mudah sifatnya, seperti warna
bendera sendiri, lagu kebangsaan sendiri, bahasa sendiri, ataupun pemerintah yang tengah
memerintahnya sendiri. Melalui pemahaman tersebut, setiap warga negara dapat memiliki
identitas kebangsaan yang jelas.
BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
                 Jadi, proses – proses dan metode sosialisasi politik yang dilakukan secara baik maka akan dapat menghasilkan suatu hasil yang baik, sehingga masyarakat berkembang yang disosialisasikan dapat mengetahui dan mengerti apa itu politik serta mengetahui fungsi politik secara lebih positif. Sehingga masyarakat dapat mengetahui perannya dalam politik itu sendiri.
3.2  Saran
 Segala yang telah dituliskan pada makalah ini masih jauh dari kata benar apa lagi kata sempurna, karena sudah kodrat manusia tidak ada yang sempurna. Oleh karena itu, harapan penulis terhadap pembaca agar dapat memberi kritik dan saran kiranya dalam penulisan makalah ini banyak terdapat kesalahan atau kekeliruan sehingga penulis dapat memperbaikinya lagi dan makalah ini dapat mendekati kata sempurna.